IMG_91391.JPG

Foto: Dr. Meita Istianda, S.IP, M.Si - Kepala UPBJJ UT Palembang

Universitas Terbuka Palembang, saat ini dinakhodai oleh Dr. Meita Istianda, S.IP, M.Si. Meita, demikian Beliau biasa dipanggil, merupakan puteri aseli Sumatera Selatan, keturunan dari kakek asal Muncak Kabau - OKU Timur dan nenek dari Negeri Bathin, Muara Dua OKU Selatan. Hidupnya sebagian besar dihabiskan di kota Metropolitan Jakarta; bersekolah di SD Yapenka, lanjut di SMP Negeri 68 Jakarta, dan SMA Negeri 70 Bulungan Jakarta. Masa remaja dilalui dengan aktif berkegiatan di OSIS sekolah dalam bidang KIR dan juga seni (teater). Kegiatan teater mengantarnya masuk ke dalam komunitas Bulungan Jakarta; pernah aktif membantu Teater 70, bergabung dengan Radhar Panca Dahana dengan Teater Kosong-nya dan beberapa kegiatan lain terkait kecintaan pada alam.

 

Sebagai anak SMA jurusan IPA, awalnya ia bercita-cita menjadi seorang dokter, tetapi memang tidak mudah untuk bersaing masuk pendidikan kedokteran di universitas negeri di Jakarta. Akhirnya, atas pertimbangan praktis dari neneknya pada waktu itu, yang melihat pekerjaan sebagai seorang sekretaris cukup menjanjikan dari sisi ekonomi, ia mengambil jurusan sekretaris di sebuah akademi sekretaris di Jakarta. Selesai menempuh pendidikan tersebut ia melamar di Dinas Tata Kota Pemrov. DKI, dan pada saat bersamaan juga melamar bekerja di Universitas Terbuka. Pilihan pun jatuh untuk bekerja di Universitas Terbuka (UT), dengan harapan dapat melanjutkan pendidikan tinggi sambil tetap bekerja. Pucuk dicita ulam tiba, pilihan tersebut tidak salah, sambil bekerja sebagai sekretaris–Pegawai Negeri Sipil- Pembantu Rektor I UT, lanjut sebagai sekretaris Rektor UT, ia melanjutkan pendidikan di Program Studi Ilmu Administrasi Negara UT.

 

Pengalaman kuliah di UT membuat ia harus mengatur waktu belajar dengan lebih cermat, mampu membagi waktu dengan pekerjaan, keluarga dan lingkungan, serta harus mampu berstrategi dalam belajar, dan menetapkan target kapan harus lulus. Tanpa itu tidak mudah untuk kuliah di UT. Walaupun tidak pernah mengikuti tutorial dan berdiskusi dalam kelompok belajar, apabila mengalami kesulitan-kesulitan ia dapat berkonsultasi dengan dosen, mencari bahan bacaan tambahan dan berupaya belajar menulis (essay) untuk mempersiapkan diri menempuh ujian komprehensif tertulis (UKT).

 

Semangat Meita untuk meningkatkan pendidikannya tidak pernah padam, ini sejalan dengan konsep ‘long life education’. Senyatalah bahwa pendidikan itu sepanjang hayat, tidak ada kata terlambat untuk terus mengenyam ilmu. Pada tahun 1998, Ia diterima di program pasca sarjana (S2) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, dan lulus pada tahun 2000. Ya.. tepat dua tahun menyelesaikan S2. Setidaknya dampak ‘kemandirian’ kuliah di UT, membuatnya mampu memotivasi dan menetapkan target kelulusan tepat waktu. Tidak berhenti sampai di situ, ia pun kembali kuliah di Universitas Indonesia, mengambil program doktor Ilmu Politik, dan lulus pada tahun 2015.

 

Saat ini, ia bersama Universitas Terbuka Palembang mengajak SDM Sumatera Selatan untuk bersama-sama maju meningkatkan kompetensi di bidang masing-masing melalui pendidikan sepanjang hayat. Dan Universitas Terbuka, salah satu tempat yang pas untuk kita dapat terus belajar meningkatkan kualifikasi diri.

12

sumber foto: http://fisip.ui.ac.id/sidang-promosi-doktor-meita-istianda-program-studi-ilmu-politik/

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Menyeimbangkan kepentingan keluarga, belajar, diri sendiri dan berkarya adalah seni memaksimalkan waktu dan kemampuan yang ada