Rektor UT Kerja sama KBRI Den Haag Desember 2018.png

 

Rektor Universitas Terbuka, Profesor Ojat Darojat, mengunjungi Kedubes RI di Den Haag, Belanda pada tanggal 6 Desember 2018. Pada kunjungan itu, Rektor UT yang ditemani oleh WR1, Dr. Moh. Yunus dan Koordinator Protokoler dan Urusan Internasional diterima oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Din Wahid, Ph.D.

 

Dalam pertemuan tersebut, Rektor UT menyampaikan terima kasih kepada Dubes RI di Den Haag, khususnya Atdikbud yang membantu UT dalam memberikan layanan pendidikan kepada mahasiwa UT yang berdomisili di Belanda. Selain itu, dibahas pula kemungkinan kerjasama yang lebih luas, seperti pengembangan sistem pendidikan jarak jauh untuk pendidikan dasar. Dikatakan oleh Atdikbud bahwa Belanda akan menjadi pusat penyelenggaraan pendidikan Indonesia tingkat dasar dan menengah di Eropa. UT diharapkan dapat membantu menyiapkan sistemnya. Untuk itu dijadwalkan akan ada pertemuan antara Atdikbud dengan pihak UT di Jakarta pada pertengahan bulan ini. Isu penting lain yang dibahas adalah perluasan daya jangkau dan sosialisasi UT bagi WNI yang berdomisili di Belanda, Belgia, dan Jerman. Di Amsterdam sendiri, terdapat 1000 WNI yang membutuhkan akses kepada perguruan tinggi berkualitas. UT diharapkan hadir di Belanda. Atdikbud merencanakan pertemuan dengan WNI yang bermukim di ketiga negara di atas untuk hadir dalam pertemuan sosialisasi UT pada bulan April tahun depan.

 

Setelah bertemu dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Rektor menghadiri forum diskusi dengan PPI Belanda dengan tajuk Pendidikan Jarak Jauh Melalui Cyber Akses di Kampus Vrije Universiteit, Amsterdam. Dalam forum itu dibahas perkembangan UT dan pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk tantangan dan peluangnya. Mahasiswa PPI Belanda sangat perduli dengan pendidikan di tanah air, termasuk penyediaan akses ke pendidikam tinggi bagi WNI di Belanda. Mereka berharap dapat memberikan kontribusi konkrit dengan membantu UT dalam penyediaan layanan pendidikan jarak jauh di Belanda. Rektor UT menyambut gembira hal itu. Adapun hal yang menyangkut hal teknis akan dibicarakan dengan unit terkait di UT dan tetap berkoordinasi dengan Atdikbud di KBRI Den Haag.